Alasan-Alasan Seseorang Bisa Menjadi Berubah 180 Derajat 

Alasan-Alasan Seseorang Bisa Menjadi Berubah 180 Derajat 

Mungkin kita pernah melihat seseorang disekitar kita atau selebriti yang berubah 180 derajat. Yang dalam kurun waktu yang singkat, dia bisa berubah sangat drastis. Dia bisa menjadi seseorang yang sangat berbeda dari sebelumnya. Ini adalah hal yang jarang terjadi. Tapi ini bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan kita sendiri yang kita pikir kita akan begini saja. Kita tidak akan pernah tahu jika suatu hari nanti kita bisa berubah 180 derajat dari diri kita yang sebelumnya. Kita tidak pernah tahu itu. 

Alasan-Alasan Seseorang Bisa Menjadi Berubah 180 Derajat 

Tapi kemungkinan akan hal tersebut akan selalu ada. Semua orang memiliki peluang dan kesempatan untuk berubah. Tidak ada yang terkecuali. Dan alasan-alasan seseorang untuk bisa sampai berubah seratus delapan puluh derajat itu ada banyak. Tapi pada umumnya yang bisa membuat seseorang itu bisa sangat berubah adalah duka. Saat seseorang mengalami duka, itu bisa menjadi turning point dia untuk berubah. Entah berubah dari segi penampilan atau pola pikir, sudut pandang dia atau perilaku. 

Dan selain duka yang menjadi alasan banyak orang berubah drastis ialah rasa dendam. Orang yang merasa sakit hati, dan akhirnya menyimpan rasa sakit hati itu sebagai sebuah kebencian dan keinginan untuk membalas dendam. Itu bisa membuat seseorang berubah drastis. Dia menjadikan itu motivasi untuk dia berubah agar bisa membuktikan dan membalaskan dendamnya. Dan ini juga banyak dilakukan orang-orang. Selain perasaan balas dendam, dia juga menginginkan sebuah pengakuan dari seseorang. 

Saat seseorang ingin diakui, dia akan melakukan hal yang berbeda dari biasanya. Itu bisa membuat dia berubah drastis. Karena dia memiliki tujuan untuk mendapatkan pengakuan dari orang-orang bahwa dia bisa, dia mampu. Dia memiliki kompeten. Dia bisa diandalkan dan lainnya. Dan juga pembuktian adalah salah satu alasan seseorang bisa berubah drastis. Berusaha membuktikan dirinya bisa. Karena dianggap remeh oleh orang lain. Itu bisa menjadi acuan seseorang untuk berubah menjadi lebih baik, untuk membuktikan bahwa ucapan orang itu salah.