Betapa Tidak Adilnya Saat Keluarga Harusnya Menjadi Tempat Perlindungan Malah Menjadi Tersangka

Betapa Tidak Adilnya Saat Keluarga Harusnya Menjadi Tempat Perlindungan Malah Menjadi Tersangka

Beberapa orang mengalami pelecehan seksual dan pemerkosaan dari orang terdekatnya. Dan ini sangat memprihatinkan. Orang yang harusnya kita percayakan keselamatan kita. Orang yang kita rasanya sudah nyaman, dan harusnya menjadi tempat kita untuk berlindung, malah menjadi berbalik artinya. Malah orang-orang tersebut malah yang merenggut percaya dan harga diri kita. Yang merusak kepercayaan kita dan masa depan kita. Dan hal ini sangat mengecewakan. Dan banyak terjadi. Tapi banyak yang tidak ingin menyuarakannya karena merasa ini adalah aib, atau mengalami tekanan dalam beberapa aspek.

Betapa Tidak Adilnya Saat Keluarga Harusnya Menjadi Tempat Perlindungan Malah Menjadi Tersangka

Dari pengalaman saya pribadi dan orang-orang yang saya kenali. Ada beberapa yang mengalami pelecehan seksual dan pemerkosaan dari anggota keluarganya sendiri. Bahkan saat saya SD pun, sahabat saya dia diperkosa oleh papa tirinya, dan ternyata itu dilakukan berkali-kali. Tanpa sepengetahuan ibunya. Dan dia takut untuk mengatakannya. Dan sampai akhirnya saat SMP, dia hamil, dan hamil akan anak dari papa tirinya. Dan pacarnya yang mengambil sikap untuk tanggung jawab.

Mungkin jika dilihat disini, betapa baiknya pacarnya bisa menerima sahabat saya ini. Dengan kesalahan yang dilakukan oleh papa tirinya, tapi pacarnya bersedia untuk menikahi sahabat saya. Dan pada awalnya pun kami semua berpikir seperti itu. Sehingga wajar jika sahabat saya sangat mencintai suaminya. Dan ternyata tidak sebaik itu. Tidak selancar itu. Karena suaminya tahu itu bukan anaknya tapi papa tiri dari sahabat saya, akhirnya mulai ada pikiran-pikiran yang pemyepelehkan. Sehingga dia bisa menyepelehkan istrinya. Dan sikap ini sangat saya sayangkan. Bisa dibilang keluarga mereka adalah kurang mampu.

Karena sahabat saya itu pun juga akhirnya tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Karena harus mengurus anaknya. Dan saya ingat pada waktu itu sahabat saya meminjam uang 300 ribu pada suaminya, dan suaminya meminta kembali. tapi dia belum memiliki uang itu. Akhirnya dia menjual diri untuk bisa mengganti uang itu. Dan suaminya tahu dan mengizinkannya. Bahkan suaminya kadang menyuruhnya jual diri dulu saat harus mengganti uang atau membutuhkan uang.